Suatu hari, terjadilah bencana banjir di sebuah kota. Hujan besar disertai angin kencang itu memporak-porandakan banyak bangunan, harta benda, dan nyawa.
Diantara korban bencana alam di sana, terdapat seorang pemuda yang berhasil menyelamatkan istrinya. Tetapi sayang anaknya yang masih balita tidak sempat tertolong.
Kejadian itu memicu silang pendapat. Di satu pihak menyatakan perbuatan suami yang menyelamatkan istrinya terlebih dahulu adalah hebat dan benar.
Menurut mereka lebih penting menyelamatkan istri karena urusan anak toh nanti bisa dipikirkan lagi. Mereka mendukung pilihan ayah muda itu.
Di pihak yang bersebrangan, mereka menyalahkan keputusan si pemuda yang membiarkan anaknya terseret arus dan akhirnya meninggal dunia.
Bagi mereka, anak adalah karunia Tuhan yang dititipkan kepada kita, yang tidak boleh disia-siakan dan harus kita pelihara dengan sebaik-baiknya. Jika istri meninggal, kan bisa dicari lagi???
Akhirnya mereka beramai-ramai ingin mendengar langsung dari si pemuda apa yang terjadi sebenarnya.
Dengan raut muka menyimpan duka dan mata berkaca-kaca, si pemuda dengan suara bergetar menjawab, "Saat air datang dengan tiba-tiba, saya terlempar dan terbawa arus. Dalam situasi yang seperti itu, apakah ada kesempatan bagi saya menentukan pilihan antara menolong istri atau anakku terlebih dahulu?
Yang ada di dekat saya waktu itu adalah istriku, maka serta merta saya pun menangkap tangannya dan membawanya pergi dari situ. Saat saya menoleh kembali ke tempat anakku, dia sudah terseret arus dan saya tidak mampu menjangkaunya.
Kalau saya di beri waktu untuk menimbang dalam menentukan pilihan, mungkin saat ini saya telah kehilangan kedua orang yang sama-sama saya cintai.
Tolong jangan hakimi saya. Biarlah saya sendiri yang menanggung kesedihan dan perasaan bersalah."
Teman-teman,
Pada saat situasi darurat, kadang manusia tidak mempunyai ksempatan untuk berpikir dan memilih yang terbaik.
Tetapi, banyak pula manusia yang terlalu banyak berpikir, menimbang, dan selalu ragu dalam menentukan pilihan sehingga mereka kehilangan kesempatan yang datang dihadapannya.
Maka pada saat kesempatan datang menghampiri, tangkap dan jangan lewatkan karena mungkin dia tidak akan datang kembali. Yang utama adalah sikap mental kita dalam menyikapinya.
Jangan terlalu memilih-milih pekerjaan apa yang ingin anda kerjakan. Tetapi pastikan anda mengerjakan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat, dan keyakinan.
Hidup adalah petualangan. Mumpung masih muda, saat menghadapi problem, jangan mudah mengeluh, merengek, apalagi putus asa.
Jumat, 06 Mei 2011
Rebab dan Cinta
Alkisah, di tengah keramaian jalan sebuah kota kecil, sayup-sayup terdengar suara merdu musik di gesek. Lagu yang bernada sedih membuat orang yang mendengarnya terharu.
Selesai memainkan alat musiknya, terdengar tepuk tangan orang-orang yang terkesima. Orang muda yang memainkan alat musik itu pun berdiri dan membungkukkan badan, mengucap terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Salah seorang penonton setengah baya, yang telah beberapa saat mengamat si pemuda bermain musik, menghampiri dan bertanya kepadanya, "Hai anak muda, kamu tampaknya bukan penduduk sini. Permainan musikmu bagus sekali. Apa yang hendak engkau sampaikan lewat lagu sedih yang engkau mainkan tadi?".
"Saya memang bukan penduduk sini, Pak. Saya dari desa sebelah yang sedang tertimpa musibah," Terang pemuda itu.
"Kamu ingin uang receh sebagai gantinya? "
"Oh, tidak Pak! Saya tidak menjual musik demi uang recehan, "seru si pemuda.
"Lho, jadi untuk apa kamu bermain musik di tengah keramaian seperti ini?" lanjutnya.
"Sebenarnya saya bermaksud ingin menjual alat musik ini. Saya sengaja bermain musik agar calon pembeli bisa mendengarkan merdunnya alat musik kesayangan saya ini," jawab si pemuda seraya mengangsurkan alat musiknya.
Sambil menerima dan meneliti alat musik tersebut, si tuan kembali bertanya, "Jika ini alat musik kesayanganmu, kenapa kamu rela menjualnya? "
"Tolong saya Tuan, istri saya menunggu kelahiran. Walaupun alat musik ini harta terakhir yang sangat saya sayangi, tetapi saya tahu, saya pasti lebih mencintai istri dan anak saya. Demi sebuah kehidupan baru, rasanya layaklah pengorbanan ini," jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar itu, si tuan lantas merogoh kantong baju, mengeluarkan kepingan emas. "Terimalah uang ini untuk membantu kelahiran anakmu."
Setelah menerima emas itu, si pemuda berseru, "Terima kasih banyak Tuan! Sebagai bonus, saya berjanji akan mengajarkan bagaimana memainkan alat musik ini kepada Bapak."
Namun, ternyata tuan itu justru mengembalikan alat musik tersebut. Mendapat perlakuan seperti itu, si pemuda merasa kebingungan. "Apa yang salah? Tadi Bapak sudah mendengar suaranya yang merdu, bukan? "tanyanya.
"Ha..Ha..Ha, tidak ada yang salah.Saya sengaja membayarmu untuk menyimpan alat musik ini.Karena alat ini tempatnya di tanganmu.Saya yakin, tidak seorangpun mengenal dan bisa memainkannya sebagus dirimu. Kerelaan menyerahkan hartamu yang paling berharga, demi cinta yang kau berikan latyak dihargai dengan upah yang saya berikan."
Terharu dengan pemberian itu, sambil terbata-bata si pemuda bertanya, "Bagaimana saya membalas kebaikan ini? "
"Anak muda, berikan cinta kepada anakmu, dan limpahkan kasih sayang kepada istrimu, dengan begitu kamu telah melunasi kebaikanku," Ucap tuan itu.
Little Swan sekalian...
Berkorban bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, terlebih jika mengorbankan hal yang aling kita senangi. Tapi, dengan memberi, apalagi memberi tanpa mengharapkan imbalan, ini akan membawa kebahagiaan.
Seperti cerita di atas, sang pemusik yang rela mengorbankan satu-satunya benda kesayangannya demi keluarga, emndapat kebaikan yang tidak disangka.
Begitu juga semestinya kehidupan kita. Demi orang yang kita sayangi, demi sesama dan sekeliling kita yang kekurangan, jika disertai dengan keikhlasan, sebuah pengorbanan akan membuahkan balasan kebaikan.
Ada kata mutiara yang sangat cocok untuk di ingat dan dipraktekkan dalam kehidupan. "We make a living by what we get, but we make a life by what we give."
Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membuat idup dari apa yang kita berikan. Karena itu, hidup akan tetrasa lebih hidup dan lebih bernilai, jika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Dengan memberi, kita tidak akan pernah kekurangan.Kita justru akan merasakan nikmat berbagi dengan orang lain. Mari , persembahkan yang terbaik bagi orang yang kita sayangi dan pada sekeliling kita, dengan begitu kenikmatan dan kebahagiaan sejati akan mengiringi langkah kita.
Selesai memainkan alat musiknya, terdengar tepuk tangan orang-orang yang terkesima. Orang muda yang memainkan alat musik itu pun berdiri dan membungkukkan badan, mengucap terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Salah seorang penonton setengah baya, yang telah beberapa saat mengamat si pemuda bermain musik, menghampiri dan bertanya kepadanya, "Hai anak muda, kamu tampaknya bukan penduduk sini. Permainan musikmu bagus sekali. Apa yang hendak engkau sampaikan lewat lagu sedih yang engkau mainkan tadi?".
"Saya memang bukan penduduk sini, Pak. Saya dari desa sebelah yang sedang tertimpa musibah," Terang pemuda itu.
"Kamu ingin uang receh sebagai gantinya? "
"Oh, tidak Pak! Saya tidak menjual musik demi uang recehan, "seru si pemuda.
"Lho, jadi untuk apa kamu bermain musik di tengah keramaian seperti ini?" lanjutnya.
"Sebenarnya saya bermaksud ingin menjual alat musik ini. Saya sengaja bermain musik agar calon pembeli bisa mendengarkan merdunnya alat musik kesayangan saya ini," jawab si pemuda seraya mengangsurkan alat musiknya.
Sambil menerima dan meneliti alat musik tersebut, si tuan kembali bertanya, "Jika ini alat musik kesayanganmu, kenapa kamu rela menjualnya? "
"Tolong saya Tuan, istri saya menunggu kelahiran. Walaupun alat musik ini harta terakhir yang sangat saya sayangi, tetapi saya tahu, saya pasti lebih mencintai istri dan anak saya. Demi sebuah kehidupan baru, rasanya layaklah pengorbanan ini," jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar itu, si tuan lantas merogoh kantong baju, mengeluarkan kepingan emas. "Terimalah uang ini untuk membantu kelahiran anakmu."
Setelah menerima emas itu, si pemuda berseru, "Terima kasih banyak Tuan! Sebagai bonus, saya berjanji akan mengajarkan bagaimana memainkan alat musik ini kepada Bapak."
Namun, ternyata tuan itu justru mengembalikan alat musik tersebut. Mendapat perlakuan seperti itu, si pemuda merasa kebingungan. "Apa yang salah? Tadi Bapak sudah mendengar suaranya yang merdu, bukan? "tanyanya.
"Ha..Ha..Ha, tidak ada yang salah.Saya sengaja membayarmu untuk menyimpan alat musik ini.Karena alat ini tempatnya di tanganmu.Saya yakin, tidak seorangpun mengenal dan bisa memainkannya sebagus dirimu. Kerelaan menyerahkan hartamu yang paling berharga, demi cinta yang kau berikan latyak dihargai dengan upah yang saya berikan."
Terharu dengan pemberian itu, sambil terbata-bata si pemuda bertanya, "Bagaimana saya membalas kebaikan ini? "
"Anak muda, berikan cinta kepada anakmu, dan limpahkan kasih sayang kepada istrimu, dengan begitu kamu telah melunasi kebaikanku," Ucap tuan itu.
Little Swan sekalian...
Berkorban bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, terlebih jika mengorbankan hal yang aling kita senangi. Tapi, dengan memberi, apalagi memberi tanpa mengharapkan imbalan, ini akan membawa kebahagiaan.
Seperti cerita di atas, sang pemusik yang rela mengorbankan satu-satunya benda kesayangannya demi keluarga, emndapat kebaikan yang tidak disangka.
Begitu juga semestinya kehidupan kita. Demi orang yang kita sayangi, demi sesama dan sekeliling kita yang kekurangan, jika disertai dengan keikhlasan, sebuah pengorbanan akan membuahkan balasan kebaikan.
Ada kata mutiara yang sangat cocok untuk di ingat dan dipraktekkan dalam kehidupan. "We make a living by what we get, but we make a life by what we give."
Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membuat idup dari apa yang kita berikan. Karena itu, hidup akan tetrasa lebih hidup dan lebih bernilai, jika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Dengan memberi, kita tidak akan pernah kekurangan.Kita justru akan merasakan nikmat berbagi dengan orang lain. Mari , persembahkan yang terbaik bagi orang yang kita sayangi dan pada sekeliling kita, dengan begitu kenikmatan dan kebahagiaan sejati akan mengiringi langkah kita.
Kekuatan Fokus
Pada sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja bijak yang sudah lajut usia. Beliau berkeinginan untuk mewariskan tahtanya kepada salah seorang di antara putranya. Ketiga putranya itu semua hebat, gagah, dan cerdas. Maka, Sang Raja berpikir untuk menguji mereka semua untuk menentukan mana yang paling pantas menjadi penerusnya.
Suatu hari, Sanga Raja mengajak ketiga putranya pergi berburu kelinci di hutan. Sang Raja memanggil dan bertitah, "Anak-anakku, esok hari kita akan mengadakan perburuan kelinci di hutan. Aku ingin tahu, seberapa hebat masing-masing dari kalian. Sehingga, nant aku akan tahu siapa di antara kalian yang paling pantas untuk menggantikan tahtaku memerintahkan kerajaan ini."
Ketiga putra raja tampak sangat antusias mendengar titah ayahnya. Mereka pun menyiapkan semua peralatan sebaik mungkin.
Keesokan harinya, sesaat sebelum memulai perburuan, Sang Ayah memanggil putra pertamanya. "Anakku, sebelum mulai berburu, aku ingin bertanya, apa yang kau lihat di depan sana?"
Si sulung menjawab, "Ayah, aku melihat hamparan semak, pepohonan, rimbunnya hutan, dan sejumlah pasukan kita yang sedang bersiaga."
Sambil mengangguk-angguk kepala, pertanyaan yang diajukan kepada si tengah.
Si tengah menjawab, "Aku melihat hal yang sama dengan kakak. Hanya saja, aku juga melihat cerahnya langit, banyaknya hewan, dan burung yang beterbangan ketika menyadari bahwa pasukan kita datang."
Sang Raja tersenyum dan bertanya kepada si bungsu. "Saya juga melihat yang kakak-kakak lihat. Tapi, yang paling saya perhatikan adalah kelinci yang bersembunyi di semak-semak. Barangkali, ia tahu, hendak jadi binatang buruan, sehingga berlari menyelamatkan diri."
Mendengar jawab itu, Sang Raja tersenyum puas. Di akhir perburuan, ternyata semua anak raja mendapatkan buruan yang sama banyaknya.
Setelah menunggu beberapa lama, Sang Raja mengumumkan dengan bijak, "Anak-anakku, kalian telah menunjukkan kemampuan terbaik. Ayah sangat bangga kepada kalian. Ayah ingin kalian tetap rukun, tidak peduli siapapun yang ayah pilih. Dari jawaban kalian, ayah memilih si bungsu sebagai pengganti ayah.
Dari awal, begitu ia tiba di hutan, bahkan sebelum perburuan dimulai, pikirannya telah fokus pada kelinci buruan. Kekuatan fokus, ayah perlukan dalam membangun kerajaan ini. Anakku bungsu, teruskanlah kepemimpinan ayah dengan fokus mensejahterakan rakyat."
Kisah di atas menunjukkan betapa kekuatan fokus diperlukan untuk mencapai hal yang kita inginkan. Sebab, fokus terhadap apa yang kita kerjakan, maka tubuh dan pikiran kita akan tercurah pada satu titik untuk memaksimalkan hasil yang ingin dicapai.
Mari fokuskan pikiran pada hasil terbaik yang kita impikan.Makin cepat kita melangkah, makin cepat kita menuju titik sasaran,dan makin dekat kita untuk mewujudkan fokus sebagai impian yang menjadi kenyataan.
Suatu hari, Sanga Raja mengajak ketiga putranya pergi berburu kelinci di hutan. Sang Raja memanggil dan bertitah, "Anak-anakku, esok hari kita akan mengadakan perburuan kelinci di hutan. Aku ingin tahu, seberapa hebat masing-masing dari kalian. Sehingga, nant aku akan tahu siapa di antara kalian yang paling pantas untuk menggantikan tahtaku memerintahkan kerajaan ini."
Ketiga putra raja tampak sangat antusias mendengar titah ayahnya. Mereka pun menyiapkan semua peralatan sebaik mungkin.
Keesokan harinya, sesaat sebelum memulai perburuan, Sang Ayah memanggil putra pertamanya. "Anakku, sebelum mulai berburu, aku ingin bertanya, apa yang kau lihat di depan sana?"
Si sulung menjawab, "Ayah, aku melihat hamparan semak, pepohonan, rimbunnya hutan, dan sejumlah pasukan kita yang sedang bersiaga."
Sambil mengangguk-angguk kepala, pertanyaan yang diajukan kepada si tengah.
Si tengah menjawab, "Aku melihat hal yang sama dengan kakak. Hanya saja, aku juga melihat cerahnya langit, banyaknya hewan, dan burung yang beterbangan ketika menyadari bahwa pasukan kita datang."
Sang Raja tersenyum dan bertanya kepada si bungsu. "Saya juga melihat yang kakak-kakak lihat. Tapi, yang paling saya perhatikan adalah kelinci yang bersembunyi di semak-semak. Barangkali, ia tahu, hendak jadi binatang buruan, sehingga berlari menyelamatkan diri."
Mendengar jawab itu, Sang Raja tersenyum puas. Di akhir perburuan, ternyata semua anak raja mendapatkan buruan yang sama banyaknya.
Setelah menunggu beberapa lama, Sang Raja mengumumkan dengan bijak, "Anak-anakku, kalian telah menunjukkan kemampuan terbaik. Ayah sangat bangga kepada kalian. Ayah ingin kalian tetap rukun, tidak peduli siapapun yang ayah pilih. Dari jawaban kalian, ayah memilih si bungsu sebagai pengganti ayah.
Dari awal, begitu ia tiba di hutan, bahkan sebelum perburuan dimulai, pikirannya telah fokus pada kelinci buruan. Kekuatan fokus, ayah perlukan dalam membangun kerajaan ini. Anakku bungsu, teruskanlah kepemimpinan ayah dengan fokus mensejahterakan rakyat."
Kisah di atas menunjukkan betapa kekuatan fokus diperlukan untuk mencapai hal yang kita inginkan. Sebab, fokus terhadap apa yang kita kerjakan, maka tubuh dan pikiran kita akan tercurah pada satu titik untuk memaksimalkan hasil yang ingin dicapai.
Mari fokuskan pikiran pada hasil terbaik yang kita impikan.Makin cepat kita melangkah, makin cepat kita menuju titik sasaran,dan makin dekat kita untuk mewujudkan fokus sebagai impian yang menjadi kenyataan.
Kebiasaan yang Diulang
Pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.
Suatu hari, Sang Panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Maka dia memerintahkan prajurit-prajuritnya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, Sang Pangeran memasuki lapangan dengan penuh perciaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas satu per satu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat.
Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah di lepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian? "
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyeletuk, " Panglima memang hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang di dapat dari kebiasaan yang terlatih."
Sontak panglima dan seluruh rakyat yang hadir memandang dengan tercengang dan bertannya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu.
Tukang minyak kemuadian menjawab, "Tunggu sebentar! "
Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung yang penuh berisi minyak dan kemuadian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.
Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!.
Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak.
Dengan kerendahan hati, si penjual minyak membungkukkan badan. Dia menghormat di hadapkan panglima.
Kemudian tukang minyak itu mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang terulang terus-menerus akan melahirkan keahlian."
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah,yaitu betapa luar biasanya kekuatan biasa. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses.
Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan lain sebagainya.
Mari kita melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita kepada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehdupan kita.
Suatu hari, Sang Panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Maka dia memerintahkan prajurit-prajuritnya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, Sang Pangeran memasuki lapangan dengan penuh perciaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas satu per satu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat.
Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah di lepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian? "
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyeletuk, " Panglima memang hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang di dapat dari kebiasaan yang terlatih."
Sontak panglima dan seluruh rakyat yang hadir memandang dengan tercengang dan bertannya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu.
Tukang minyak kemuadian menjawab, "Tunggu sebentar! "
Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung yang penuh berisi minyak dan kemuadian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.
Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!.
Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak.
Dengan kerendahan hati, si penjual minyak membungkukkan badan. Dia menghormat di hadapkan panglima.
Kemudian tukang minyak itu mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang terulang terus-menerus akan melahirkan keahlian."
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah,yaitu betapa luar biasanya kekuatan biasa. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses.
Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan lain sebagainya.
Mari kita melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita kepada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehdupan kita.
My Story
Hi semuanya.. Mungkin pertama-tama, sebaiknya salam perkenalan dulu, iya kan??? Nama gw Fransisca, kalian semua bisa panggil Sisca.. Hmm,.. gw anak pertama dari empat bersaudara. Sekarang lagi sibuk kuliah aja dan menulis beberapa cerita pendek :D
And this, my first blog.. Jadi harap maklum aja deh kalo masih ada salah di sana-sini.. Ngga ada yang sempurna, begitu kan kata-katanya?? Hehehe..
And, first of all... Gw mau ucapin "thanks" to my Lord, Jesus.. dan yang kedua, untuk orang yang membuat gw ngga merasa sendiri disaat gw benar-benar merasa semua, semuanya meninggalkan gw sendiri, saat mungkin gw ngga pernah berfikir kalau ada kenyataan menyakitkan yang harus gw hadapi.. Mr KM, I love u very much...
Hmm... Kalian mungkin pernah ngerasa ada kejadian yang paling menyakitkan dalam hidup kalian, yang ngga seharusnya kalian alami, kita bisa sharing dan berbagi cerita. Dan bukan hanya cerita yang sedih-sedih aja lhoo, kita bisa share mengenai pengalaman menyenangkan atau yang berkesan lainnya...Hmm.. Kita mungkin bisa sharing mengenai pengalaman hidup, cerita-cerita bijak, dan atau sharing mengenai pengetahuan. So, please follow my blog...
And this, my first blog.. Jadi harap maklum aja deh kalo masih ada salah di sana-sini.. Ngga ada yang sempurna, begitu kan kata-katanya?? Hehehe..
And, first of all... Gw mau ucapin "thanks" to my Lord, Jesus.. dan yang kedua, untuk orang yang membuat gw ngga merasa sendiri disaat gw benar-benar merasa semua, semuanya meninggalkan gw sendiri, saat mungkin gw ngga pernah berfikir kalau ada kenyataan menyakitkan yang harus gw hadapi.. Mr KM, I love u very much...
Hmm... Kalian mungkin pernah ngerasa ada kejadian yang paling menyakitkan dalam hidup kalian, yang ngga seharusnya kalian alami, kita bisa sharing dan berbagi cerita. Dan bukan hanya cerita yang sedih-sedih aja lhoo, kita bisa share mengenai pengalaman menyenangkan atau yang berkesan lainnya...Hmm.. Kita mungkin bisa sharing mengenai pengalaman hidup, cerita-cerita bijak, dan atau sharing mengenai pengetahuan. So, please follow my blog...
Langganan:
Komentar (Atom)